BackPacker

Buku ini yang mengenalkan gue tentang Backpacker

Kata itu, akrab di telinga gue setelah membaca Balada Si Roy(BSR), karangan Gola Gong, kurang lebih 4 tahun yang lalu, saat gue masih duduk di bangku SMA tingkat dua. BSR lahir jauh sebelum gue ada, booming ditahun 80-an, sedangkan gue hadir di awal 90-an. Meski begitu, problematika remaja yang ada dalam kisah ’Roy’ dan semangat yang dimiliki “Roy” masih sangat relevan, bahkan sedemikian dekatnya dengan apa yang dialami remaja saat ini. Itulah yang membuat gue cinta mati sama ’BSR’. BSR, sedikit banyaknya mempengaruhi hidup gue. Bayangan tentang avonturir ataupun backpacker di depan mata, impian untuk terjun dalam dunia backpacker, dan cita-cita untuk menikmati malam di sebuah emperan toko benar-benar nyata dalam diri gue yang dikenal sebagai anak rumahan. Yeah, waktu SMP gue terkurung dalam ’asrama suci’ (Mondok, maksudnya), dan waktu SMA, selalu banyak gue habisi di rumah berkutat dengan games di komputer atau Tayangan di TV. Maka itu kawan, saat SMA, tingkat dua, mulailah gue mencoba untuk berani keluar, tidak lagi mengenal rumah ataupun sekolah saja. Inilah baru pra awal bagi gue untuk menikmati dunia ini. Setiap Sabtu ke Gramedia, berjalan menembus hujan ke Pasar Raya, mengitari jalanan Permindo, dan menikmati gorengan di sekitar Permindo. Hah, masa yang indah bagi gue. Kembali pada bayangan gue akan backpacker, membuat gue bertekad untuk kuliah di pulau jawa, pulau yang tidak pernah gue kenal seumur hidup, tak pernah gue datangin. Bagi gue, inilah awal untuk gue menikmati keterasingan di kota yang jauh dari budaya yang gue kenal ataupun bahasanya, masih sangat asing di lidah gue. Backpacker, benar-benar di depan mata saat langkah gue sudah di Jakarta. Bagaimana gue sampai di jakarta, kapan-kapan gue ceritain. Yang pasti tak akan ada yang bisa mempercayai perjalanan gue ke jakarta terlebih dengan predikat manja dan anak rumahan yang gue sandang. Jakarta adalah langkah gue untuk mengenal dunia ini, kawan. Belajar sangat mengenai kehidupan ini. Gue memang belum ’benar-benar’ melakukan backpacker. Tapi, bagi gue inilah langkah awal gue untuk mengenal dunia backpacker. Berusaha berpetualang dulu di tengah kota, mencoba mengakrabkan diri pada debu jalanan, sumpek di dalam bus maupun kereta, nyasar entah kemana, nginap di tempat orang yang nggak gue kenal, ataupun menghabiskan waktu di depan Gramedia Matraman. Gue sangat menikmati ini, kawan… terlebih saat teman gue mengenalkan dunia malam lewat hal yang positip (bukan tempat dugem melainkan kafe atau warung-warung tenda). Backpacker, sebenarnya pernah gue cicipin. Bagaimana tidak, sendiri dengan tas Ransel ’Juventus’, gue naik bus AC biasa dari Jakarta-Padang, yang ternyata Bus tidak berhenti tepat di kota Padang tempat gue tinggal, tapi di Pariaman. Maka itu, gue diturunin di jalan. Meski gue bingung, tapi gue tetap memperlihatkan percaya diri gue, melihat sisa uang yang tinggal sepuluh ribu dan handphone yang mati total. Beruntung, ada bis melintas didepan gue, kerneknya berteriak ’padang, padang’. Dengan sigap, gue menyetop dan naik kedalam bis. Peduli dengan uang gue entah cukup apa tidak, yang penting gue nyampe di kota padang. (Ehm, Backpacker, bukan? Karena, bukankah backpacker sama artinya melakukan perjalanan dengan uang pas-pasan? Benar nggak sih?) Tapi yang jelas, dari cerita gue ini… Backpacker ingin gue jadi’in bagian dari hidup gue. Setidaknya, dengan predikat Bolang yang melekat dalam diri gue, backpacker akan terwujud. Yah, tunggu gue mampu mengumpulkan uang. Walau backpacker dikenal dengan uang yang pas-pasan, tetap aja harus punya uang. Ehm, sampai sekarang, gue sering kebobolan uang jajan, habis belum saatnya yang memaksa gue selalu meminjam uang ke teman. * Moga terwujud Backpacker ke Bali…huhaahahah, ngebayangin naik kereta, naik bis, naik kapal…Amin

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.