masih mengkhayal tentang kosan yang ada AC, aku tertawa ngakak bersama eka ‘geblek’–begitulah, ia suka di sapa…kita bermandi keringat, kipas angin tak mempan untuk membuat kita merasa pada embusan angin sepoi-sepoi….
Oh mam, adakah hal yang terbaik yang kulakukan padamu?
tiba-tiba ingat pada sms adik yang mengatakan ‘jangan beli kamera dulu, mama mo bayar utang soalnya’– oh tidak, aku sudah membelinya adikku, sebuah DSLR NIKON 5000 yang seketika membuat aku bangkrut sangat!!!! TT…. aku dan eka,, seketika terdiam. entah, apa yang ada di pikiran masing-masing. yang jelas, tidak menyesal dengan kamera yang kita beli tapi….’tidak berani untuk minta uang jajan bulan ini,’ padahal kita bokek sangat!!! aduuuh, aku menyesal sampai sekarang masih selalu mengharapkan semuanya dari mama, dan inilah akibatnya…seandainya, ada sesuatu yang pernah kulakukan membuat mama tersenyum, walau bagaimanapun keadaaan mama, aku berani untuk meminta hak ku (kejam sedikit tak apalah, suatu saat aku yang memberi padamu, mam…)
“backpacker solo sepertinya tak kan terwujud,” eka tampak menyesali. entah apa yang disesali. ” mana aku juga punya utang ma orang lagi!!!”
aku menyeka keringatku. “Tak jadi dong Ka, pindah kosan yang ber AC?”
eka tiba-tiba tertawa. ” panas siy nggak masalah, tapi keringat mengucur mulu’..” dia lalu kembali tanpak sedih. ” gue kangen nongkrong di starbuck”
si eka ‘geblek’ meskipun kampung dan noraknya tak pernah ketulungan, harus kuakui selera makannya cukup tinggi. starbuck, adalah minuman favoritenya, meskipun di starbuck dia nyari yang murah…
AKU? sepertinya berada seminggu dalam kosan cuma mengenal kampus untuk kuliah dan tidak ada kata jalan-jalan dalam kamusku, benar-benar membuat gila sangat!!!!
arrght, sang penyuka jalan-jalan tak jelas ini, seorang aku tepatnya, cuma bisa sibuk pada dunia online yang membuatnya tak begitu menikmati. tetap pada bayangan tempat-tempat yang ingin ia datangi, terlebih pada DSLR–milik bersama dengan Eka ‘geblek’, ia tak sabaran motret sana motret sini, memamerkan pada dunia bahwa gadis kecil nan norak sangat ‘nggak jauh bedalah sama eka’–aku mengakuinya, memiliki DSLR, walau masih tergolong standar DSLR–cukup murah….
so, berharap pada tangisan tak penting, adakah yang menutupi kemiskinanku saat ini?–setidaknya suka rela memberikan job yang cukup baik, mengisikan pulsa tiap bulanku, dan yang jelas membayar uang SKS ku? (ngarap kasihan…)

